Saturday, 6 December 2008

Indonesia : Negeri para entrepreneur kreatif

Indonesia merupakan negeri yang kaya akan sumber daya alam (SDA). Salah satunya adalah pertanian. Penduduk Indonesia sangat banyak sekali yang berprofesi sebagai petani. Namun, kualitas pendidikan petani Indonesia sangat rendah sekali rata-rata adalah lulusan SD. Bahkan tidak semua petani itu adalah pemilik lahan, banyak para petani yang berprofesi sebagai buruh tani. Itu sekelumit hambatan petani di Indonesia. Padahal petani indonesia mutlak memerlukan jiwa entrepreneurship agar bisa menjadi petani yang maju dan berkembang pesat.

Mengembangkan Entrepreneuship Masyarakat Indonesia berbasis Pertanian

Berapakah jumlah wirausaha (entrepreneur) di Indonesia, adakah sampai 10 persen, 1 persen, atau 0,5 persen? Ternyata tidak. Hanya ada 0,08 persen wirausaha di antara 200-an juta penduduk Indonesia, kata tokoh pengusaha Ciputra (Kompas, 29/11/2007). Bandingkan dengan Singapura, misalnya, yang memiliki wirausaha 7 persen dari total populasinya sekitar 40 juta jiwa. http://mybusinessblogging.com/entrepreneur/2007/11/29/jumlah-entrepreneur/

Sungguh ironi memang, Sesungguhnya Masyarakat Indonesia telah diberikan begitu banyak kekayaan alam, namun belum begitu bisa dioptimalkan. Sesungguhnya sektor agroindrustri harus bisa menjadi prioritas kedepan bagi para entrepreneur-entrepreneur Indonesia. Karena kita memiliki keunggulan kompetitif yaitu kekayaan sumber daya alam. Lalu apakah kekurangan bangsa ini ? salah satunya adalah etos kerja bangsa ini yang masih lemah. Kita kalah di dalam bidang kedisiplinan dan etos kerja dengan bangsa lain, semisal Jepang dan Korea.

Maka jangan ragu lagi, terjunlah menjadi entrepreneur-entrepreneur muda di Indonesia. Indonesia memerlukan banyak entrepreneur-entrepreneur baru. Semuanya bisa dimulai dengan kreatifitas di bidang agroindrustri. Karena inilah keunggulan Indonesia yang tidak banyak dimiliki oleh negara lain.

Berdaganglah jangan jadi PNS

" 9 dari 10 Pintu rezeki berasal dari perdagangan (Bisnis)" HR. Baihaqi Ingat hadits ini lebih baik menjadi entrepreneur dari pada jadi PNS. Bagaimana menurut anda?

Tuesday, 11 November 2008

E-book Entrepreneur

Filosofi 1
Awali Hari dengan Membaca, Isi hari-hari dengan Membaca dan berkarya, dan tutup hari-hari dengan Membaca, bersyukur dan planing

Membaca disini adalah kegiatan membaca buku, berdiskusi, menulis buku, membaca pasar, dan membaca peluang-peluang bisnis yang ada, sehingga menghasilkan sebuah inovasi dan kreativitas bisnis baru. Berkarya disini adalah mengisi waktu-waktu dengan bekerja, berwirausaha, berbisnis, intinya jangan sampai kita membiarkan sedetik pun dalam hari-hari kita tidak terisi dengan karya nyata, tidak terisi dengan kegiatan yang bermanfaat. Jadi berkarya dapat diartikan dengan selalu mengisi hari-hari kita dengan sesuatu yang bernilai manfaat. Bersyukur itu penting agar bisnis yang kita jalankan selalu tumbuh dan berkembang, karena dalam setiap syukur ada sebuah keberkahan yang akan semakin memajukan bisnis yang kita jalankan, disamping itu selalu membuat planing akan selalu memacu kita untuk selalu berkarya dan bekerja keras.

Filosofi 2
Selalu mendengar dengah hati yang tulus adalah kunci menuju perubahan

Selalu mendengar disini adalah selalu meminta masukan, koreksi, perbaikan dan inovasi-inovasi yang diinginkan oleh konsumen, sebuah perusahaan akan menjadi maju jika selalu meminta masukan dari siapapun juga, baik itu dari bawahan, dari konsumen, maupun dari perusahaan lain.

Filosofi 3
Selalu Menyapa dengan tulus merupakan kunci keberhasilan organisasi

Seorang CEO harus mengalokasikan waktunya walaupun hanya 1 menit untuk menyapa dan bertukar pikiran dengan jajaran karyawannya agar sebuah perusahaan bisa tumbuh dan berkembang, manajemen dapat berjalan dengan baik

Filosofi 4
Selalu menjaga hubungan Silaturahim dengan siapapun juga

Menjaga silaturahim disini adalah dengan cara selalu menjalin komunikasi dengan para pelanggan, dengan para karyawan, dengan para pemegang saham. Selain itu kita harus menyambungkan komunikasi dengan relasi yang pernah terputus dengan kita. Menjalin komunikasi dengan pelanggan sangat penting agar penetrasi bisnis kita semakin berkembang luas, menajlin komunikasi dengan karyawan bisa dilakukan dengan berbagai cara, misalkan dengan cara perusahaan menyediakan mudik bareng saat lebaran, perusahaan menyediakan beasiswa pendidikan gratis bagi anak-anak karyawan, atau perusahaan memuliki sebuah sekolah gratis untuk anak-anak karyawan. Sedangkan menjalin komunikasi dengan pelanggan dapat dilakukan dengan cara memberikan saluran hotline service gratis, memberikan hadiah umrah gratis, memberikan discount gratis, maupun menyediakan weblog dengan pelanggan.

Filosofi 5
Bangunlah Sebuah Bisnis yang mencerdaskan

Bisnis yang mencerdaskan adalah sebuah bisnis yang tidak hanya menghasilkan keutungan materi, dan memberikan manfaat bagi konsumen. Namun harus bisa memberikan nilai tambah ilmu dan pengetahuan baru kepada setiap konsumen yang menggunakan produk kita. Selain itu Sebuah perusahaan yang mencerdaskan harus pula dapat memberikan multiplayer effek bagi kemajuan pendidikan, diantaranya dapat dilakukan dengan cara memberikan beasiswa dari hasil laba perusahaan, membuka sekolah gratis bagi para anak-anak karyawan, dan membuka universitas-universitas untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.

Filosofi 6
Sumber kelanggengan suatu Bisnis adalah para penelolanya yang cinta ilmu, dan selalu mengajarkan ilmu kepada setiap orang yang membutuhkan

Ilmu Pengetahuan merupakan sebuah sumber daya yang sangat memegang kelanggengan suatu bisnis yang kita jalankan selain dari sumber daya modal. Karena dengan selalu menuntut ilmu perusahaan akan semakin pintar dalam menghadapi perubahan zaman

Filosofi 7
Setiap hari harus memiliki rencana dan tujuan yang ingin dicapai

Minimal memiliki 1 rencana yang akan dilaksanakan, dan setelah satu rencana beres maka merencanakan kegiatan lainnya


Filosofi 8
Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini

Dalam bisnis pun sama hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini, sehingga akan senantiasa ada perbaikan manajemen, perbaikan pelayanan, dan inovasi-inovasi baru dalam setiap harinya.
Filosofi 9
Apabila telah selesai dari satu bisnis maka kerjakanlah bisnis yang lain

Ekspansi bisnis perlu dilakukan agar bisnis kita terus berkembang dengan pesat, hal ini perlu dilakukan agar bisnis yang kita lakukan tidak mengalami stagnan.

Filosofo 10
Kerjakanlah rencana yang telah ditetapkan satu demi satu

Ibarat membangun sebuah bangunan, perlu proses satu demi satu. Begitu pula dengan bisnis memerlukan proses satu demi satu.


Filosofi 11
Seorang pengusaha itu hidup dari satu rencana ke rencana lain.

Inti dari seorang pengusaha agar bisnisnya dapat berkembang pesat adalah selalu memiliki rencana secara terus menerus.

Filosofi 12
Nikmatilah setiap proses demi proses dalam hidup ini,
Begitupula kesuksesan suatu bisnis memerlukan suatu proses dan tahapan yang perlu untuk dinikmati

Dengan selalu menikmati setiap proses yang kita jalani dalam meniti suatu bisnis, maka akan ada semangat dan kekuatan terus-menerus dalam diri kita untuk selalu bekerja keras, fokus, disiplin dan berpikir untuk kemajuan suatu bisnis yang akan kita jalankan. Dengan demikian kita tidak akan mudah menyerah, berkeluh kesah dan mundur dari proses kesuksesan bisnis yang akan kita capai.

Filosofi 13
Kumpulkanlah sebanyak-banyaknya motivasi yang melatarbelakangi kita untuk berbisnis

Motivasi ini penting sebagai bahan bakar yang akan membuat kita terus berjalan mencapai tujuan yang akan kita capai. Semakin banyak motivasi yang kita kumpulkan maka akan semakin kuat tekad kita merealisasikan bisnis tersebut.

Filosofi 14
Seorang Entrepreneur harus selalu berpikir positif

Berfikir positif akan memberikan semangat dalam berbisnis yang kita jalankan. Berfikir poritif akan membuat bisnis yang kita jalankan semakin berkembang dengan pesat. Berfikir positif akan memberikan efek kesehatan bagi para entrepreneur. Berpikir pisitif akan membuat Planing yang kita rencanakan akan semakin mudah kita raih.

Filosofi 15
Seorang pengusaha itu pembicaraannya, tindakannya, kebijakannya harus selalu pembicaraan, tindakan, kebijakan yang positif, memotivasi, dan membawa perubahan

Hal ini penting agar perubahan (change) dapat secara terus menerus dilakukan, sehingga keberhasilan dalam bisnis akan dengan mudah kita raih.

Filosofi 16
Jadilah Perusahaan yang berniat untuk menolong sesama manusia

Perusahaan harus pula berorientasi sosial disamping tentu mencari laba usaha. Namun, sisihkanlah dari sisa laba usaha itu untuk pendidikan, kesehatan masyarakat yang hidup di sekitar perusahaan berada.

Filosofi 17
Mulailah dari langkah kecil, sedikit demi sedikit disertai kontinuitas dalam mencapai tujuan dan rencana bisnis yang telah di tetapkan.

Perubahan selalu dimulai dengan langkah-langkah kecil yang berkesinambungan. Inilah kunci dari keberhasilah. Bukan dengan langkah tergesagesa dan instan. Begitu juga dengan bisnis tidak mengenal istilah instan sesalu memerlukan proses yang berkesinambungan dan teratur.

Filosofi 18
Otak bawah sadar tidak mengenal kata-kata negatif.

Begitu juga dalam memulai langkah bisnis selalu ucapkan kata-kata positif, optimis, dan visioner karena langkah awal menjadi seorang entrepreneur adalah bagaimana mengubah mind set kita untuk selalu berpikir positif dan visioner. Apabila kita yakin bisa maka otak bawah sadar kita akan membimbing kita untuk memberikan kekuatan kepada kita untuk mencapai apa yang kita cita-citakan.

Filosofi 19
Berbisnis adalah berinvestasi

Kunci dari berkembangnya suatu bisnis adalah terus menerus berinvestasi terhadap sektor-sektor bisnis yang potensial dan bernilai ekonomi. Berinvestasi bisa dimulai dengan waktu kita, dengan mendayagunakan seluruh sumberdaya dan potensi waktu yang kita miliki untuk terus menerus. Investasi waktu diantaranya dengan selalu mengisi waktu-waktu dengan kegiatan membaca, menulis, berdiskusi. Begitu juga jam-jam kosong dalam kegiatan bisnis yang dijalankan dalam sebuah perusahaan harus diisi dengan kegiatan membaca, menulis, berdiskusi, seminar dan pelatihan-palatihan, hal ini penting agar SDM karyawan, SDM Direktur dan direksi selalu berkembang dan selalu terbuka dengan perkembangan zaman. Sehingga akan timbul inovasi-inovasi dan pemikiran baru yang akan bermanfaat bagi bisnis kita kedepannya. Investasi lainnya adalah investasi uang, uang harus selalu kita investasikan untuk tujuan-tujuan produktif bukan untuk tujuan-tujuan konsumtif. Hal ini penting agar uang yang kita keluarkan akan kembali menjadi modal usaha yang menggerakan roda bisnis kita yang akan kita jalankan. Maka sungguh sayang jika ketiadaan modal(uang) membuat kita malas berinvestasi, karena investasi dapat kita mulai dari waktu yang kita miliki, kebaikan yang selalu kita lakukan untuk sesama, waktu untuk sesaat saja menyapa setiap orang dengan kasih sayang yang pada akhirnya mereka akan menjadi sahabat-sahabat kita (kenalan, relasi). Oleh karena itu bagi para entrepreneur yang sedang merintis bisnis,kunci memulai bisnis adalah selalu menginvestasikan modal awal (waktu, kenalan, kebaikan, informasi) yang kita miliki untuk merintis bisnis kita kedepannya.

Filosofi 20
Selalu dengan aktif mengakses sumber-sumber informasi.

Menguasai akses-akses informasi dan secara aktif mencari informasi-informasi penting bagi bisnis yang kita jalankan sangat penting sekali dalam mempercepat perkembangan bisnis yang kita jalankan. Pasar dewasa ini bertebaran di dunia maya (internet), penawwaran dan permintaaan terjadi berjuta-juta, beratus-ratus bahkan bermilyun-milyun dalam setiap menitnya. Maka akseslah informasi-informasi pasar tersebut agar bisnis yang kita jalankan semakin berkembang dengan pesat. Sebuah perusahaanpun sangat penting sekali memiliki agen-agen pemerhati peluang pasar di setiap desa, disetiap kota, disetiap kecamatan, disetiap kabupaten, disetiap provinsi, disetiap negara hal ini penting agar kita bisa mengetahui trend terbaru dari pasar dan keinginan terbaru dari konsumen terhadap komoditas dan jasa yang kita tawarkan. Agen-agen inilah yang akan selalu melaporkan kepada kita dengan intens akan perilaku pasar, kecenderungan pasar, dan peluang pasar yang akan kita masuki di setiap negara, disetiap tempat. Mungkin jika kita menempatkan agen-agen di negara afrika, kita akan tahu suatu kebutuhan apa yang sangat dibutuhkan oleh negara afrika tersebut, sehingga perusahaan kita bisa menyediakan dan menjual kepada masyarakat yang hidup di sana. Begitu juga dengan negara-negara maju, kita harus menempatkan agen-agen pemasaran kita di sana, untuk mengetahui potensi pasar apa yang sedang menggeliat di negara maju tersebut, atau teknologi terbaru apa saja yang tengah menjamur di negara tersebut, untuk kita pelajari bahkan kita akses dan kita alih teknologi untuk kita contoh dan modifikasi di negara kita selanjutnya kita jual kepasaran. Inti dari semua itu dapat kita mulai dengan selalu mengakses informasi di internet, dengan selalu melihat potensi pasar yang selalu berkembang pesat.

Filosofi 21
Selalu bertanggung jawab terhadap waktu

Kegiatan bisnis tidak pernah terpisahkan dengan namanya waktu, deal-deal bisnis yang terjadi selalu memerlukan kedisiplinan waktu. Terlambat saja dalam proses janji untuk bertemu akan fatal akibatnya, secara tidak langsung peluang bisnis akan menghilang di depan mata kita. Mendisiplinkan diri dan melatih diri agar selalu berdisiplin sangat penting dalam hal belajar memanage waktu. Karena sudah kita ketahui bersama, setiap orang memiliki keterbatasan waktu, sehingga diperlukan planing dan prioritas dalam hal mengatur waktu. Hal ini penting dalam upaya mencapai goal (tujuan) yang kita cita-citakan. Bisnis-bisnis selalu memerlukan manajemen waktu dalam proses menjalankan, mengembangkan, dan memasarkannya. Karena kita tahu konsumen memiliki sedikit waktu, maka kita sebagai pelaku bisnispun harus bisa memanage waktu sebaik mungkin agar kita bisa memasarkan produk bisnis kita ke banyak mungkin konsumen, setidaknya kita harus bisa menjadi perusahaan yang mengerti kesibukan setiap orang, dan kita harus bisa membantu dengan memberikan solusi-solusi cerdas terhadap kesibukan yang dialami oleh setiap orang. Dari pola pikir seperti inilah telah lahir inovasi-inovasi di berbagai bidang baik di bidang otomotif dengan adanya mobil yang menggantikan alat transfortasi kuda, keberadaanya telah mampu memberkan solusi bagi orang-orang yang menginginkan efisiesi dan kecepatan waktu tempuh, mesin cuci telah mampu mengurangi kesibukan kita untuk mencuci dengan tangan, komputer telah mampu mengefisienkan kita dalam bekerja, dan berbagai produk-produk bisnis inilah yang telah hadir memberikan solusi dan inovasi ketengah-tengah hidup kita. Maka milikikah motto ”Kami hadir untuk selalu berempati, selalu memberikan solusi dan inovasi dalam kehidupan sehari-hari”. Kesimpulanya adalah, hanya perusahaan yang selalu hadir dengan memberikan solusi, memberikan inovasi, dan menghadirkan kemudahan dan efisiensilah yang akan selalu eksis di tengah-tengah kehidupan masyarakat kita. Oleh karena itu selalu-selalu dan selalu lah berinovasi dan berempati terhadap sesama manusia. Mudah-mudahan dari rasa empati ini akan muncul semangat solusi untuk menghadirkan inovasi perubahan bagi berjuta-juta orang di dunia ini. Baiklah kita bisa mulai berpikir dari bagaimana sebagai perusahaan bisnis makanan harus mampu memberikan inovasi dan solusi bagi permasalahan gizi buruk di Indonesia, maka dari rasa empati inilah kita akan selalu berusaha untuk bertanggung jawab terhadap waktu kita untuk selalu berusaha berinovasi menghasilkan sebuah makanan kecil yang kaya nutrisi, yang murah harganya yang dapat dibeli oleh jutaaan rakyat miskin di negeri ini. Maka itulah sebenarnya tugas-tugas mulia yang harus selalu kita emban bagi seorang pengusaha yang bergerak di bidang bisnis.

Filosofi 22
Jadilah seorang pengusaha yang selalu berpikir terhadap nasib sesama

Seorang pengusaha harus bisa selalu memikirkan permasalahan kemiskinan yang melanda negerinya, seorang pengusaha harus mampu memikirkan permasalahan pendidikan yang melanda negerinya, seorang pengusaha harus mampu memikirkan permasalahan-permasalahan sosial yang terjadi di dalam masyarakatnya.

Filosofi 23
Seorang Pengusaha harus selalu berdiskusi dengan pengusaha lainnya dalam hal memecahkan permasalahan dan berdiskusi untuk memberikan solusi permasalahan yang terjadi

Hal ini penting untuk menggabungkan kekuatan sumberdaya dan sumber permodalan dalam hal turut serta lebih berpartisipasi memberikan solusi terhadap permasalahan yang sedang terjadi di negeri ini.



Filosofi 24
Ide-ide bisnis dan inovasi bisnis terbaru dapat kita peroleh dari masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat

Misalkan dengan adanya masalah kesulitan orang-orang kaya dalam hal memanage keuangan, maka kita bisa hadir sebagai sebuah perusahaan asuransi yang bisa memberikan solusi terhadap pengaturan keuangan mereka. Contoh lain adalah banyaknya anak-anak SMP, SMU yang menginginkan lulus perguruan tinggi negeri, maka hadirlah lembaga-lembaga bimbingan belajar sebagai solusinya.

Filosofi 25
Investasikanlah Waktu kepada 3 Hal
Ilmu, Ibadah, Amal shaleh

Ingatlah bahwa waktu kita kelak akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT, kita akan ditanya waktu muda kita kita gunakan untuk apa, harta kita kita dapat dari mana dan kita kemanakan. Maka mulailah belajar untuk bertanggung jawab dengan waktu, begitu juga kita sebagai seorang pengusaha harus bisa bertanggung jawab terhadap waktu.

Filosofi 26
Zaman bolen Krisis namun Ide-ide bisnis, visi-visi bisnis, kreatifitas bisnis, dan Inovasi Bisnis jangan pernah mengenal kata krisis

Sebuah perusahaan bisnis harus bisa terus menerus mengembangkan kreatifitas dan inovasinya jika perusahaan ingin berkembang dengan pesat dan mampu bertahan dengan kondisi apapun juga. Kreativitas dan inovasi inilah yang akan mengeluarkan sebuah perusahaan bisnis dari jebakan krisis yang menghadangnya. Usahakanlah setiap hari seorang entrepreneur itu harus selalu memiliki kreatifitas-kreatifitas dan inovasi-inovasi terhadap perusahaan bisnis yang dijalankannya. Syarat agar otak kita bisa selalu berfikir dan bertindak kreatif adalah selalu upayakan berpikir di luar kebiasaan (out the Book, selalu berfikir dengan cara yang berbeda), dan selalu berusaha untuk hidup dengan bahagia dan menyenangkan. Kuncinya selalu tersenyum bahagia, karena dari sebuah senyuman-senyuman kebahagiaan inilah selalu hadir inovasi-inovasi dan kreatifitas bisnis kita.

Filosofi 27
Gunakanlah waktu untuk selalu berfikir Bisnis

Coba lihat lingkungan kita, iklan-iklan di TV, Pakaian yang kita pakai, kendaraan, sandang, pangan, papan semuanya adalah produk-produk bisnis, itu semua artinya lingkungan telah mengajari kita untuk menjadi seorang pengusaha. Mulailah untuk berfikir agar produk-produk bisnis kita digunakan secara masal oleh masyarakat. Kini saatnya kita menjadi inovator, menjadi pengusaha yang mencipta dan memasarkan produk, bukan lagi hanya sebatas mengkonsumsi produk....Berubahlah karena lingkungan telah mengajari kita untuk menjadi pengusaha....Masyarakat menunggu produk bisnis kita....Yakinlah masih banyak produk-produk baru....Bisnis-bisnis baru yang sangat diperlukan oleh konsumen....

Filosofi 28
Berkongsilah dengan Holding Company, dan masuki kebutuhan pasarnya kita awali dengan menjadi pengusaha komplementer perusahaan besar

Dengan berkongsi kita akan banyak belajar kepada sang Guru. Kita akan belajar bagaimana manajemen perusahaan berjalan, kepemimpinan, inovasi dan kreasi dilaksanakan. Bahkan kita akan banyak tahu berbagai macam peluang-peluang pasar.

Filosofi 29
Jalani hari-harimu Bisnismu dengan Syukur

Seorang Pebisnis yang ahli syukur akan sangat rileks dan tenang dalam menjalankan aktivitas Bisnisnya. Keseimbangan hidup duniawi dan ukhrawi ini akan melahirkan berbagai macam produktivitas dan inovasi dalam dunia Bisnis.

Filosofi 30
Isilah Waktumu dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, yang bernilai Ibadah. Karena kita tidak akan tahu kapan kita akan mati, karena kita tahu hidup di dunia ini hanya sebentar saja

Filosofi 31
Seorang Pengusaha itu harus selalu akrab dengan Buku, selalu membawa buku kemanapun juga, jadikanlah Buku sebagai sektetaris utama, Dengan selalu membaca buku wawasan bisnis kita akan selalu bertambah, dengan selalu membaca buku waktu-waktu kita akan menjadi sangat produktif.

Seorang pengusaha itu harus luas wawasannya, dan wawasan yang luas dapat diperoleh diantaranya dengan selalu membaca buku, selalu bergaul (silaturahim) dengan rekanan bisnis dan pakar-pakar bisnis hebat.

Filosofi 32
Seorang Pengusaha itu harus bisa menulis buku-buku Bisnis

Hal ini penting sebagai suatu tanggung jawab sosialnya untuk mengentaskan kemiskinan, melakukan kedermawanan bagi seorang pengusaha tidak hanya selalu dengan uang, namun dapat juga dilakukan dengan berbagi ilmu pengetahuan. Berbagi ilmu dapat dilakukan dengan menulis sebuah buku yang dapat kita sumbangkan kepada orang-orang banyak, hal ini penting untuk memotivasi orang banyak agar menempuh jalan sebagai entrepreneur.

Filosofi 33
Sukses diatas kesuksesan (Joe Kamdani)

Sebuah bisnis dikatakan sukses bukan hanya memberikan keuntungan materil bagi pemiliknya, namun harus juga sukses dirasakan bagi karyawan-karyawanya, dirasakan masyarakat yang tinggal disekitar bisnis kita juga

Filosofi 34
Seorang pengusaha itu harus selalu berfikir positif, berfikir visioner, berfikir kreatif, berfikir inovatif dan berfikir produktif

Dengan selalu berfikir positif, maka otak bawah sadar seorang pengusaha akan selalu memiliki energi positidf untuk terus berkembang kedepan, selalu melihat peluang dalam jangka panjang, selalu menyikapi tantangan dan kendala dengan kreatifitas, sehingga bagi seorang pengusaha, rintangan, hambatan selalu diubahnya dengan kreatifitas yang ada menjadi sebuah peluang usaha baru yang sangat prosfektif. Dengan kreatifitas mampu merubah energi negatif (kendala) menjadi energi positif (peluang). Dengan kreatifitas-kreatifitas yang selalu berfikir diluar kebiasaan, niscaya akan melahirkan sebuah lompatan-lompatan besar dalam bidang bisnis yang kita jalankan. Dengan demikian kreativitas akan menghasilkan sebuah inovasi bisnis baru. Maka berbahagialah dengan kendala dan permasalahan karena dengan demikian seorang pengusaha akan terus diasah kreatifitasnya untuk melahirkan sebuah inovasi bisnis baru.

Filosofi 35
Kunci kesuksesan Bisnis adalah Doa dan ridha kedua orang tua kita

Seorang pegusaha itu harus hormat dan sayang kepada kedua orang tua, selalu memperhatikan mereka dalam setiap tempat dan setiap keadaan. Selalu berkomunikasi dengan mereka memperhatikan segala kebutuhan mereka... Ingatlah bahwa seorang pengusaha yang sukses pasti mereka adalah orang-orang yang hormat dan sayang kepada kedua orang tuanya.

Filosofi 36
Rumus memulai Bisnis adalah mengumpulkan ide-ide kreatif dan menarik dari berbagai narasumber.

Seorang pengusaha harus memiliki waktu khusus untuk berkontemplasi dan merenung, waktu khusus ini penting untuk mencari ide-ide kreatif dan inovatif dalam menjalankan sebuah Bisnis. Melakukan banyak kunjungan-kinjungan pun dapat menambah wawasan dan ide-ide bisnis kita. Ide-ide bisnispun dapat kita kumulkan dari berbagai narasumber dan ahli, dari pelanggan dengan memberikan kuisioner kepada mereka.

Filosofi 37
Seorang Pengusaha itu harus senang berpetualang

Dengan selalu berpetualang, maka akan banyak sekali ide-ide didapatkan, akan banyak sekali peluang-peluang dan potensi-potensi bisnis baru di peroleh. Dengan selalu berpetualang dan melakukan perjalanan-perjalannan bisnis ke negera-negara maju, maka kita akan dapat mengetahui perkembangan bisnis sebenarnya di negara-negara tersebut.

Filosofi 38
Seororang pengusaha itu disamping Work Hard harus juga Work Heart (Rhenald Kasali)

Bekerja keras penting bagi seorang pengusaha agar bisa sukses dalam bisnisnya, namun keberja keras saja tanpa diiringi dengan Bekerja dengan hati maka belumlah sempurna. Banyak pengusaha-pengusaha yang sukses mengatakan bahwa lakukanlah bisnis yang sesuai dengan hobi kita. Dengan membuka sebuah bisnis yang sesuai dengan hobi kita, maka kita bisa menjalankan bisnis kita dengan work heart

Filosofi 39
Berbisnislah dengan mengedepankan Hati Nurani

Dalam berbisnis yang paling kita utamakan adalah hati nurani, bukah materi dan keuntungan, itulah sukses bisnis yang hakiki. Dengan Selalu mengedepankan hati nurani yang ikhlas dan bijaksana, maka kita bisa membantu dalam setiap bisnis yang kita lakukan. Begutulah islam mengajarkan, sehingga dalam Islam tidak ada konsep Riba...

Filosofi 40
Membantu Setiap orang Lewat Bisnis yang kita Jalankan

Niat utama dalam berbisnis adalah rasa kemanusiaan, rasa persaudaraan, temukanlah niat-niat mulia dalam setiap ide-ide bisnis yang akan kita lakukan, misalkan kita berniat memproduksi obat-obat yang murah sehingga dapat mengobati orang-orang yang sakit, kita mendirikan klinik yang murah, sehingga kita bisa membantu setiap orang yang sakit. Jadi inti dari setiap bisnis yang kita lakukan, haruslah membuat orang lain mudah untuk mendapatkanya, membuat orang lain merasakan manfaatnya, membuat orang lain terbebas dari kesulitanya, dan semuanya bisa kita lakukan dengan keihlasan dan hati nurani yang bersih.

Filosofi 41
Konsep Bisnis ”Healthy Choice”

Bisnis yang kita jalankan itu harus bisa memberikan kepuasan kepada pelanggan. Disamping memberikan kepuasan secara lahir dan batin. Bisnis yang kita pasarkan pun haruslah bisa memberikan rasa aman dan menyehatkan bagi konsumen. Kita sadar bahwa kebutuhun setiap orang untuk sehat selalu ada, orang akan rela mengeluarkan berapapun untuk membayar kesehatan ini. Oleh karena itu maka permintaan akan produk-produk kesehatan ini sangat terbuka lebar. Kita bisa memulai bisnis-bisnis yang berhubungan dengan kesehatan dan gaya hidup ini sedini mungkin..

Filosofi 42
Kita harus memiliki ”alat” dalam berbisnis

Alat ini bisa sarana media untuk berpromosi, bisa juga media cetak atau media masa seperti televisi dan internet, atau bisa juga dengan organisasi-organisasi bisnis.

Filosofi 43
Jadilah Pebisnis yang dinamis, bukan pebisnis yang statis

Inti dari dari dinamis adalah kemauan untuk selalu berubah, perubahan yang dilakukan secara terus menerus akan menghasilkan sebuah perubahan menuju arah yang lebih baik dalam bisnis kita.

Filosofi 44
Inovasi tiada henti

Itulah sebuah slogan sebuah perusaan otomotif, dengan slogan inilah perusahaan tersebut mampu menghasilkan produk-produk yang baru dan banyak diterima oleh pasar. Dengan selalu berinovasi, maka kita akan menciptakan ”Blue Ocean”, menciptakan pasar baru bagi bisnis yang kita jalankan.

Filosofi 45
Just Do it

Slogan ini mampu mengankat perusahaan Nike penyedia sarana olah raga menjadi perusahaan yang mengglobal. Perusahaan ini menggunakan slogan ini sangat tepat sekali, karena sebuah perubahan hanya akan terjadi dengan sebuah tindakan, dan tindakan dalam berbisnis adalah inti dari sebuah pemasaran. Tanpa mau bertindak maka konsep-konsep bisnis tidak akan terealisasi.Bangunlah...

FOLOSOFI 46
Bangunlah bisnis dengan 5 Konsep :
1. Extended market
2. Wireless
3. Segmented
4. Lobalisasi
5. Entertaiment

Extended market adalah sebuah bisnis yang mengandalkan kepada konsep-konsep dasar outsourcing, open sourcing, franchising, virtual integration, collaborative marketing, R&D program partnership dan cool power. Salah satu perusahaan yang sukses dengan konsep cool power adalah Google. Google mampu melakukan pendekatan bisnis yang mengedepankan rasa berbagi, kebersamaan, dan keterbukaan. Terbukti dengan langkah Google dengan melakukan perekrutan para Insinyur TI berkebangsaaan india di Bangalor, ini merupakan langkah Google untuk memajukan negara india. Sehingga mendapatkan simpati dari para Insiyur-insinyur India yang awalnya bekerja di silocon Valey untuk kembali bekerja dan mengabdikan diri bagi negaranya india. Begitu juga dengan konsep bisnis lainnya. Konsep ini mengedepankan sosial power. Dengan bekerjasama dengan dilandasi semangat sama-sama maju, win-win solution maka menghasilkan kekuatan yang begitu dasyat pada Google. Intiinya perusahaan Google ini sukses bukan hanya karena dia lonely entreprise, namun ada kekuatan-kekuatan lain di balik google yang turut melesatkan kapitalisasinya, yaitu kemudahan search enggine bagi setiap orang. Intinya adalah Google merupakan perusahaan yang banyak membantu orang banyak, sehingga orang-orang pun tak segan untuk selalu mengklik google sebagai dambaan hatinya. Intinya google telah memberikan kesan yang begitu dalam dalam hal membantu banyak juataan orang di dunia ini untuk mencari hal-hal yang diperlukannya. Sehingga tak heran mendapatkan kucuran dana yang begitu deras dari para pemasang iklan, dari para investor.
Maka jika kita ingin eksis sebagai sebuah entreprise, hal yang pertama dalam konsep bisnis kita yang harus kita kembangkan adalah, usaha yang kita jalankan harus bisa menawarkan solusi bagi setiap konsumen kita. Kita bukan hanya menjual produk, namun harus bisa memberikan solusi bagi konsumen kita.

2. Wirelles, dunia saat ini seakan mengerucut. Jarak bukan pula menjadi sebuah halangan dalam hal berbisnis global. Kemajuan dunia IT telah pula melahirkan banyak milyoner-milyoner baru. Penomena ini seakan menguatkan bahwa bisnis TI dan Telekomunikasi merupakan bisnis yang sangat menguntungkan, dan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang ini semakin banyak saja. Lihat saja saat ini tengah terjadi revolusi besar-besaran, kita lihat penomena Detik.com sebuah portal berita paling fenomenal di indonesia. Detik.com memberikan solusi akan kebutuhan berita dengan begitu cepatnya, tak heran jika berjuta-juta orang di Indonesia terasa belum lengkap jika berselancar di dunia maya tanpa mengklik detik.com. Fenomena lainya adalah adanya mergerisasi dan kerjasama antara media cetak (koran) dengan media massa (televisi) seperti dengan fenomena Metro TV yang menyokong Media Indonesia dan juga fenomena Jurnal Nasional yang bisa diakses melalui mobile. Tentu saja dengan membayar sejumlah kompensasi fee yang menguntungkan. Namun jangan salah, bahwa fenomena tradisional market kita pun begitu besar, sangat banyak orang-orang yang tidak mengerti dan melek IT di Indonesia ini, maka pendekatan wireles market pun harus dilakukan pada daerah-daerah terpencil. Misalkan kita menempatkan sebuah server IT di sebuah pedalaman yang tidak terakses oleh media cetak. Server tersebut bisa diletakan di balai desa untuk diakses oleh jutaaan masyarakat Indonesia. Tentu saja mereka rela untuk membantu bagi perusahaan penyedia jasa sebagai balasan atas jasanya membantu melek IT.



3. Segmented

Segmented adalah hal yang baik untuk kita lakukan di tengah-tengah persaingan bisnis dewasa ini. Banyak perusahaan yang mengandalkan mass market. Ibarat sebuah senapan otomatis yang menembakkan peluru begitu banyak dalam setiap menitnya, tentu saja sah-sah saja karena biasanya metode ini dilakukan oleh perusahaan-perusahaan multinasional yang memiliki banyak kapital. Sedangkan segmented dilakukan seperti metode sniper, yang membidik sasarkan tertentu saja, namun bidikannya mampu dilesatkan secara tepat, walaupun sniper hanya memiliki peluru terbatas. Namun dengan ketepatan sasaran ini mampu menangkap sasaran dengan sangat-sangat tepat. Salah satu dari konsep yang dijalankan dari segmented ini adalah radio Safari suatu radio yang menyajikan konten berbahasa Jawa di Jakarta. Bisa di bayangkan bukan berapakah jumlah orang jawa di Jakarta? Yang jelas sangat besar sekali. Radio ini mampu menghadirkan pendekatan bersifat emosional, sehingga menimbulkan kerinduan akan kampung halaman. Sehingga tak salah jika ratusan orang jawa mendengarkan radio ini, dan tak jarang iklan begitu mengalir deras, karena merasa terbantu dalam hal memetakan bisnis. Mereka merasa terbantu dengan clusterisasi konsumen yang sudah pasti.

4. Lobalisasi

Lobalisasi adalah sebuah konsep pemarasan dimana produk lokal di branded dengan nama global, mungkin kita bisa mengetahui kesuksesan Zyrex di pasar domestik. Kenapa penomena ini terjadi, karena budaya dan cultur kita yang cenderung latah terhadap produk-produk branded menjadikan merk ini begitu dikenal luas. Begitu juga dengan francise makanan Kebab Turki baba rafi, mengunakan pendekatan lobalisasi ini dengan mengangkat Turki.

6. Entertain
Produk-produk bisnis yang kita tawarkan harus bisa menghadirkan kesan yang berbeda, tidak hanya kesan produk tersebut bagus secara kualitas namun juga harus bisa memberikan kesan menghibur. Lihat saja sekarang ini, hampir dalam semua produk Handphone menyertakan conten hiburan sebagai pelengkapnya, pioner ini bisa kita lihat dari Nokia sebagai pemegang pasar di Indonesia, pertama kali hadir di layar televisi dengan sebuah iklan Nokia dengan iklan manusia sedang bermain game. Berkat layanan iklan ini maka produk-produk nokia membludak di pasaran. Begitu juga dengan wisata kuliner sebuah tayangan di Trans Tv telah mampu mengemas penyajian acara masak-memasak yang dahulu disajikan secara kaku di dalam ruang masak saja, kini direolusi menjadi kegiatan sambil berwisata. Maka tak heran jika ratingnya terus menanjak. Bahkan kosa kata baru maknyos mampu menggemparkan dunia saat ini. Begitu pula dengan kecenderungan Tran TV untuk membuat blue ocean dengan tayanga-tayangan berbau rekreasi dan makanan telah menjadikan mereka tersegmentasi dan memegang pasar hiburan. Begitu pula dengan penomena ANTV yang menjadi icon bagi bangkitnya persepakbolaan nasional di negeri ini. Intinya adalah produk apapun juga di saat krisis ini, asalkan mampu disajikan secara profesional dan mampu menghibur maka pasti akan banyak diterima oleh pasar. Lihat saja Tukul arwana dengan empat matanya, dengan kembali ke laptopnya, telah mampu menyajikan suasana entertain disaat ketidak jelasan ekonomi, disaat banyaknya penganguran, disaat naiknya harga-harga kebutuhan pokok. Maka mereka akan berkibar dan menghindar dari kondisi krisis ini. (www.wartaekonomi.com)

Filosofi 47
Seorang pengusaha itu harus bisa memanaje waktunya, hidupnya harus seimbang antara ukhrawi dan duniawi. Maka dibutuhkan seorang asisten untuk bisa mengatur waktu-waktu tersebut. Asisten tersebut adalah asisten spiritual yang akan mengingatkan kapan shalat malam, kapan shaum sunah, kapan shadaqah dan lain-lain.

Filosofi 48
Kunci dari keberhasilan manajeman waktu bagi seorang pengusaha adalah alokasi waktu yang adil

Dalam 24 jam produktifitas waktunya, seorang pengusaha itu harus memiliki alokasi waktu yang baik :
Misalkan :
1 jam dalam sehari untuk belajar bahasa asing
1 jam dalam sehari untuk menulis sebuah buku bisnis
1 jam dalam sehari untuk Ibadah shalat malam
1 jam dalam sehari untuk menghafal Al-Quran
1 jam dalam sehari untuk kontak-kontak relasi bisnis
1 jam dalam sehari untuk mengantarkan anak-anak ke sekolah
1 jam dalam sehari untuk membaca buku bisnis
1 jam dalam sehari untuk membaca surat kabar bisnis
8 jam untuk bisnis di perusahaan
8 jam untuk istirahat
Maka mulailah alokasikan waktu-waktu anda sbegai pengusaha untuk kehidupan dunia dan akherat ini....

Filosofi 49
Kunci dari bisnis berteknologi adalah inovasi dan kreatifitas.

Kita bisa mencari kreatifitas-kreatifitas di lingkungan sekitar kita, pada konsumen kita, pada sistem marketing kita, pada cara bertransaksi kita, carilah dan galilah....maka kita akan pasti menemukan suatu celah baru untuk menumbuhkan sebuah kreatifitas dan inovasi dalam berbisnis.

Filosofi 50
Seorang pengusaha itu harus memiliki visi, gagasan dan tindakan yang besar

Visi dan gagasan merupakan langkah awal dalam merintis bisnis yang besar, dengan selalu memiliki visi dan gagasan besar, maka kita berusaha dari awal untuk berfikir besar, berusaha untuk menciptakan perusahaan-perusahaan besar yang dapat menampung banyak orang yang memerlukan pekerjaan. Visi dan gagasan besar tidak akan mungkin ada artinya tanpa diiringi oleh tindakan yang besar pula. Karena tindakan adalah kunci dari semua perubahan itu.

Filosofi 51
Raihlah impian dengan menggunakan alat

Bermimpilah, karena dengan selalu bermimpi kita akan berusaha mewujudkkan teknologi dan hal-hal yang baru dalam hidup ini. Berusaha dengan bisnis yang kita jalankan dapat menolong bagi jutaan umat manusia, tentunya dengan teknologi yang bermanfaat bagi umat manusia. Alat sangat membantu untuk mewujudkan impian yang kita cita-citakan, misalkan kita bermimpi untuk pergi luar negeri, tentu dengan alat adanya pesawat terbang semuanya menjadi mungkin, begitu pula dalam hal berbisnis kita memerlukan alat dan alat tersebuat adalah : Relasi, Koneksi, ilmu manajemen dan bisnis yang memadai, serta Teknologi Informasi, akses politik pun penting dalam memegang peranan bisnis yang kita jalankan.

Filosofi 52
Sibukkanlah waktu-waktumu dengan ilmu, ibadah dan amal shaleh.

Dengan selalu bertekad menjadi sibuk, maka hal ini akan sangat baik sekali dalam kemampuan kita dalam memanaje waktu, kita akan lebih menghargai pantingnya waktu dan kita bisa memanaje dan menjadikan waktu lebih efisien.

Filosofi 53
Waktu setiap orang sama 24 jam dalam sehari, namun yang beda adalah nilai waktu dari setiap orang

Seorang pengangguran waktunya sama 24 jam dalam sehari, begitu juga dengan pengusaha. Pengusaha adalah entrepreneur yang mampu mengoptimalkan dan memanaje waktunya dengan baik. Seorang entrepreneur mempunyai cara dan metode yang berbeda dalam mengoptimalkan dan memanaje waktunya, sehingga waktu yang ada dapat berdaya guna dan produktif. Waktu bagi seorang entrepreneur adalah sumberdaya dan modal untuk memulai suatu bisnis. Untuk membuat waktu menjadi produktif, maka kita harus menguasai manajemen waktu dengan baik. Hal ini penting, karena dalam hal dunia bisnis kita diajarkan sebagai seorang entrepreneur yang disiplin, pasar akan membutuhkan produk-produk bisnis kita dalam waktu yang cepat dan tepat. Hal ini sebagaimana lazimnya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan makanan cepat saji, perusahaan-perusahaan ekspedisi. Maka berusahalah untuk menciptakan nilai (value) dari setiap waktu yang kita gunakan dalam setiap harinya. Valui ini pencapainya harus jelas, harus mempertimbangkan keisembangan duniawi dan ukhrawi. Misalkan, kita bisa mengeset waktu biologis kita, modal kita sebagai entrepreneur sama 24 jam, namun sebagai entrepreneur kita harus memiliki kreatifitas dan inovasi dalam mengolah waktu yang ada sehingga lebih produktif. Untuk itu maka kita harus memiliki jadwal value of time. Bukan hanya sekedar bagaimana menghabiskan waktu, namun diisi oleh aktivitas-aktifitas apasajakah waktu kita itu? Apakah waktu dalam 24 tersebut sudah kita optimalkan untuk kita isi dalam hal : 1. Peningkatan profesionalitas kita sebagai pengusaha, misalkan dengan selalu membaca buku-buku bisnis, menjalin relasi sesama pengusaha, Sekolah lagi, menulis sebuah buku bisnis.
2. Peningkatan kualitas ibadah, ciptakanlah value yang berbeda, disaat orang lain tertidur lelap di malam hari maka seorang entrepreneur harus shalat malam dan memikirkan jalan keluar untuk menciptakan pekerjaan-pekerjaan baru bagi banyak orang yang membutuhkan pekerjaan, seorang entrepreneur harus bisa mengkomunikasikan proposal bisnis yang akan dibukanya kepada pemilik segalanya Allah SWT, karena bagaimana pun rencana bisnis yang akan kita jalankan semuanya tidak akan mungkin terjadi kecuali dengan kehendakNya.
Maka mulailah ciptakan value-value dengan sumberdaya waktu yang kita miliki, seorang entrepreur harus bisa menciptakan value ”bermanfaat bagi orang banyak”. Visi bisnisnya harus bisa mengejawantahkan value ini, misalkan dengan perusahaan yang didirikannya harus bisa merekrut pengangguran, dengan konsep dan pemikiran bisnisnya harus bisa mengcreat bisnis barusehingga menciptakan lapangan pekerjaan baru. Intinya waktu kita akan memiliki value yang berbeda jika kita selalu berfikir memberikan manfaat bagi sesama.
Buatlah cita-cita dan impian mulia dengan waktu yang telah Allah berikan kepada kita, misalkan di usia 29 tahun sebagai pengusaha akan menyekolahkan anak-anak yatim piatu, membangun rumah sakit gratis bagi orang-orang miskin, mendirikan sekolah gratis bagi orang-orang yang tidak mampu. Maka berbahagialah dengan orang-orang yang bisa berbagi value dengan waktu yang dimilikinya, seperti Muhammad Yunus yang membagikan value Bank Gramennya.
Orang yang menciptakan value dengan waktunya akan senantiasa abadi dikenang zaman, lihatlah Alexander Graham Bell, dengan niat untuk membantu orang-orang yang tuli, beliau bisa menciptakan telepon yang pertama dan bermanfaat bagi jutaan orang-orang di dunia ini, maka mulailah semua profesi apapun baik ilmuwan, pengusaha, birokrat harus bisa menciptakan value dengan waktunya. Hakekat bisnis yang dijalankan bagi seorang pengusaha bukan hanya mengejar materi, namun harus juga memberikan nilai pertolongan, ibaratnya berbisnis untuk menolong, maka ciptakanlah produk-produk sepatu bagi orang-orang yang tidak memiliki sepatu, ibarat pepatas sufi, berikanlah baju bagi orang-orang yang kedinginan, berikanlah makan bagi orang-orang yang kelaparan, berikanlah rumah bagi orang-orang yang tidak memiliki rumah, berikanlah kendaraan bagi orang-orang yang ingin berpergian...semua ini mengandung filosofi dalam setiap bisnis yang kita jalankan, maka kita harus bisa berbagi kepada sesama...dalam bisnis yang kita jalankan harus bisa meringankan bukan memberatkan.



Filosofi 54
Pertajamlah kemamuian menjual kita setiap harinya, setiap hari kita harus menjual

Seorang pengusaha itu harus menanamkan prinsip tiada hari tanpa menjual (offer) menawarkan kepada konsumen. Ciri bisnis modern dalam melakukan pemasaran haruslah stand by 24 jam, dapat dicapai oleh seluruh dunia.

Filosofi 55
Kuasailah E-comerce

Apabila bisnis kita ingin tumbuh dan berkembang dengan cepat, maka kuasailah e-commerce, dengan menguasai e-commerce, maka bisnis yang kita jalankan akan mengalami sebuah percepatan, bukan hanya pertumbuhan. Karena dalam era digitalisasi dan era cyberkomunikasi seperti ini, sesungguhnya setiap pengusaha harus mampu melakukan lompatan-lompatan quantum beberapa langkah kedepan, semuanya tentu dengan alat Informasi Teknologi Komunikasi (ITC). Bisa kita lihat banyak sekali milyoder-milyoder muda dewasa ini yang berusia muda contoh saja pendiri situs jejaraning sosial facebook.com berusia 23 tahun telah dapat melakukan lompatan besar dalam menjalankan bisnisnya. Intinya lakukan percepatan dengan bantuan teknologi informasi dan bukan hanya menciptakan pertumbuhan semata.

Filosofi 56
Double Working Time

Seorang pengusaha itu dalam bekerja haruslah berprinsip Together we are better. Jika kita bekerja bersama-sama, maka akan menghasilkan sebuah lompatan besar dalam bidang bisnis. Sesungguhnya waktu seorang pengusaha itu dalam seharinya bukan 24 jam namun lebih dari itu, karena mereka bisa menggandakan waktu dari tiap team work menjadi berkali-kali lipat. Setiap orang berkontribusi terhadap kemajuan bisnis yang dijalankan. Contoh saja jika kita bekerja dengan team sukses masing-masing 24 jam dalam sehari modalnya maka jika kita kali 5 maka 120 jam dalam sehari modal lebih banyak. Maka berteamworklah dalam berbisnis, dalam belajar bisnis, dalam segala hal. Dalam bidang bisnis dan IT kita bisa masuk kedalam sebuah Millis internet untuk bekerja bersama-sama mencapai tujuan dan sharing ilmu pengetahuan.

Filosofi 57
Jika orang lain dalam waktu yang sama tertidur, maka kita dalam waktu yang sama tetap bekerja

Dengan metode ini, maka kita akan mampu mencapai sebuah produktifitas dalam hidup, kita bisa terus menerus menguasai market.

Filosofi 58
Mobility company

Konsep mobility company harus menjadi jurus andalan dalam melakukan sebuah pemawaran core bisnis yang kita jalankan. Sumber daya manusia sangat banyak sekali, kita bisa melatih anak-anak SMU yang perlu biaya untuk sekolah untuk kita kerjaan part time untuk menjual bisnis kita. Tentu saja mereka segmented karena sangat memahami genre ABG. Konsep Mobility company ini bisa kita kreasikan dengan kemampuan IT yang cerdas. Misalkan setiap pemasar-pemasar kita melakukan survey di tempat-tempat keramaian untuk kita petakan tempat-tempat tersebut sebagai sumber bisnis yang akan kita jalankan. Sebuah Mobility company harus memiliki GPS sasaran pemasaran dengan jelas dan tepat.


Filosofi 59
Ciptakan sebuah pasar baru

Ciptakan sebuah keramaian di tengah-tengah kegersangan, sebuah lahan tandus, berbatu, tentu saja bukan merupakan sebuah pilihan yang tepat bagi kedatanga setiap orang, namun tunggu sejenak, ketika ada sebuah meteor jatuh, maka akan banyak orang-orang berdatangan untuk melihat meteor ini, maka seorang pengusaha itu harus jeli...Kita bisa menjual minuman dan makanan, mereka pasti perlu makan dan minum bukan?. Inti membuat pasar baru adalah dengan selalu membuka akses-akses terhadap publik yang ada, misalkan sebuah perusahaan Notbook bisa bekerjasama dengan penyedia layanan Hotspot untuk menyediakan layanan wireless secara gratis, maka dijamin penjualan notebook tersebut akan laku keras.... Inilah konsep memberikan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu. Sebuah perusahaan yang memberikan nilai lebih jauh akan memiliki manajemen yang sehat dan baik. Sebuah perusahaan yang selalu memberikan nilai-nilai lebih maka perusahaan tersebut kan mengakar di hati setiap konsumennya. Maka value yang sangat mahal ini adalah morality value sebuah perusahaan...Gali dan pelajari faktor-faktor ini sebanyak-banyaknya, masih banyak value-value yang bisa kita berikan kepada konsumen kita...Karena bisa jadi mereka tidak hanya membeli barang yang ada, namun hanya untuk mendapatkan value-value karamahan pelayanannya...
Hal ini bisa kita lihat dari bisnis agriwisata, banyak orang yang menginginkan sebuah ketenangan, merindukkan sebuah kebahagiaan, sebuah pengalaman baru (a new experience, new sensasion) dengan bisnis yang kita jalankan. Hal ini bisa kita lihat dari sajian-sajian iklan-iklan di televisi yang banyak menghadirkan feel diferent sensation dan feel diferent inspiration, dan feel diferent experience). Misalkan sebuah iklan mobil yang disajikan dengan pendekatan ini mampu merajai pasar, bagaimana dengan iklan toyota kijang, yang selalu melakukkan pendekata mobil keluarga, kebahagiaan yang ada ketika mengendarai kendaraan tersebut. Maka perusahaan dewasa ini perlu selalu mencari nilai-nilai pengalaman baru yang ingin dibagikan kepada costumer.

Filosofi 60
Manajemen ”Full manfaat”

Seorang pengusaha harus bisa membagi waktunya menjadi 3 hal :
1. Waktunya bermanfaat untuk TuhanNya
2. Waktunya bermanfaat bagi sesama manusia
3. Waktunya bermanfaat bagi lingkungannya
Dengan selalu menekankan manajemen full manfaat maka kita akan mendapatkan” zero time useless”. Tidak ada waktu sedikitpun yang tidak bernilai manfaat.

Filosofi 61
Manajemen Waktu itu adalah sebuah seni

Manajemen waktu memerlukan sebuah seni dalam menjalankannya. Manajemen waktu bukan sesuatu yang kaku dalam sebuah bisnis yang kita jalankan, justru keunggulan manajemen waktu bagi seorang bisnisman adalah dalam hal mobilitas dan fleksibilitasnya. Oleh karena itu diperlukan sebuah seni untuk memenejnya, cara yang berbeda itu adalah kreativitas, dengan kreativitas kita bisa melakukan hal yang berbeda dalam waktu yang sama yang dilakukan oleh orang lain. Jika perusahaan lain melakukan suatu status quo dengan waktunya, maka perusahaan yang kita jalankan harus melakukan hal yang berbeda dengan waktu tersebut. Dengan demikian maka akan menghasilkan banyak sekali inovasi-inovasi produk bisnis yang kita jalankan.

Filosofi 62
Ciptakan Gebrakan pemasaran

Seorang pengusaha harus melakukan gebrakan-gebrakan baru dalam bisnisnya, gebrakan-gebrakan ini diperlukan oleh seorang CEO manakala kondisi perusahaan dalam kondisi stagnan. Dengan melakukan gebrakan maka akan menghasilkan sebuah shock terapi positif kepada karyawan bahwa kita masih memiliki sebuah kekuatan untuk menjalankan bisnis. Gebrakan-gebrakan pun perlu dilakukan untuk menciptakan sebuah pasar baru create blue ocean. Sebuah gebrakan bisnis sangat identik dengan kreatifitas dan inovasi.

Filosofi 63
Ciptakan kondisi create creativity dalam perusahaan

Creatifitas harus di stumuli dalam perusahaan yang kita jalankan, misalkan dengan menyediakan sumber-sumber bacaan dalam perusahaan, menciptakan iklim humor dalam perusahaan, memperdalam seni dan bela diri itu sangat mendukung dalam menciptakan semangat kerja dan kreatifitas.


Filosofi 64
Selalu berfikir dengan cara yang berbeda

Sebuah kayu merupakan sebuah bahan baku, namun setiap orang akan berfikir dan mengcreat dengan cara yang berbeda. Bisa saja seseorang dengan kayu ini ingin merubahnya menjadi kursi, sedangkan orang lain ingin menjadi lemari, sedangkan yang lain menjadi sebuah karya seni. Sesnugguhnya bisnis bernilai seni merupakan sebuah bisnis yang mahal harganya. Oleh karena itu, maka pekerjakanlah para seniman dalam perusahaan kita, pekerjakanlah mereka dalam devisi rancangan dan inovasi bisnis. Dengan adanya sentuhan seni maka barang yang kita jual akan berbeda dan bernilai lebih mahal.

Filosofi 65
Totalitas dalam berdzikir dan Meneliti (Riset)

Seorang entrepreneur muslim harus totalitas dalam berdzikir dan meneliti (riset) baik dalam keadaan berdiri, duduk, maupun dalam keadaan berbaring (tidur). Maka dengan demikian bisnis yang dijalankan akan banyak menghasilkan inovasi-inovasi baru, produk-produk baru. Inilah yang menjadi kekuatan entrepreneur, selalu menciptakan produk-produk baru dari bisnis yang dijalankannya.

Filosofi 66
Seorang entrepreneur itu harus bisa membuat episode-episode baru, kisah-kisah baru, cerita-cerita baru setiap harinya.

Hal ini menandakan bahwa seorang entrepreneur tersebut selalu berinivasi, selalu melakukan hal-hal baru, terobosan baru, entrepreneur tersebut bersifat dinamis tidak statis. Hal ini menandakan pula bahwa entrepreneur tersebut selalu bergerak. Karena dengan gerakanlah akan menjadikan setiap harinya berbeda, kaya warna, kaya wawasan dan cakrawala. Inilah enaknya hidup menjadi entrepreneur kita dituntut oleh konsumen untuk menghadirkan sesuatu yang baru, bukan menghadirkan status quo ketengah-tengah kehidupan ini. Lihatlah banyak sekali barang-barang tercipta karena proses kreatif, karena proses dinamis, karena proses inovatif. Kayakanlah ide-ide seorang entrepreneur itu dengan semangat keterbukaan, semangat selalu mendengarkan masukan dan kebutuhan konsumen apa yang diinginkan, dari hal inilah maka akan menjadikan setiap hari dalam hidup kita kaya akan cerita baru, inovasi baru.

Filosofi 67
Berdayakanlah Riset Masal

Seorang entrepreneur harus bisa memberdayakan riset yang dilakukan oleh masyarakat. Bisnis yang dijalankan harus menyediakan serta menampung masukan-masukan ide-ide orsinil dalam bisnis yang di masukan oleh masyarakat. Perusahaan yang kita jalankan harus menjadi house power of new and orsinil idea. Yakinlah dengan melakukan kemitraan yang erat dengan para peneliti bisnis, masyarakat luas. Kita akan semakin produktif dalam menghadirkan dan menghasilkan karya-karya yang inovatif. Misalkan kita bisa membuat sebuah website yang menampung ide-ide kretif dalam bisnis yang dapat kita berdayakan misalkan www.ideaforbusiness.com

http://www.mypulau.com/education_for_all


Copyright 2008 Agus Candra Suratmaja
Dilarang mengkopi tanpa menyebutkan sumbernya

-Selesai-


-Trimakasih-

Membangkitkan Entrepreneurship Santri

“Hendaklah kamu berdagang, karena di dalamnya terdapat 90 % pintu rezeki”

Nabi Muhammad dan sebagian besar sahabat adalah para pedagang dan entrepreneur mancanegara. Tidak berlebihan karenanya bila dikatakan bahwa etos entrepreneurship sudah melekat dan inheren dengan diri umat Islam. Bukankah Islam adalah agama kaum pedagang, lahir di kota dagang (Makah), dan disebarkan ke seluruh dunia oleh kaum pedagang?. Dalam konteks sejarah dunia, etos bisnis umat Islam memang mengungguli etos bisnis bangsa manapun di dunia ini. Peter L. Bernstein (The Power Of Gold, John Wiley and Sons, 2000) secara ekplisit mengakui kehebatan bisnis pedagang muslim (Gatra, Oktober 2006).
Sejarah membuktikkan, kemajuan syiar Islam dari masa ke masa tidak terlepas dari sosok pedagang (entrepreneur) dari mulai zaman Nabi Muhammad SAW diutus menjadi seorang Rasul, beliau telah ditempa untuk menjadi seorang entrepreneur sejati, beliau telah 18 kali dalam usia mudanya melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri. Begitu juga dengan sebagian besar sahabat Nabi, mulai dari Abu Bakar Assidiq, Ustman Bin Affan, sampai dengan Abdurrahman bin Auf. Begitu juga dengan penyebaran Islam ke Indonesia abad ke 13 tidak terlepas dari jasa para saudagar muslim yang mendakwahkan nilai-nilai Islam. Maka tidak heran jika kebangkitan Islam di Indonesia pun tidak terlepas dari jasa-jasa para saudagar batik yang berafiliasi kedalam organisasi Syarikat Dagang Islam (SDI) melalui perkumpulan pedagang batik inilah kebangkitan Islam di Indonesia terjadi.
Melihat urgensinya semangat entrepreneurship di kalangan santri, maka sudah saatnya sekarang ini para santri diberikan bekal kemandirian, yaitu semangat entrepreneurship. Kita ketahui bersama intitusi pesantren adalah sebuah lembaga yang independent sebuah lembaga yang mengajarkan kemandirian kepada para santri di dalamnya.
Maka tidak heran jika saat ini banyak sekali usaha-usaha produktif sangat berkembang di lingkungan-lingkungan pesantren. Pesantren-pesantren memiliki unit-unit usaha di dalamnya dimana perputaran uang berjalan ratusan sampai dengan milyaran rupiah. Lihat saja pesantren Gontor, Pesantren Sidogiri Pasuruan, Pesantern Darun Najah Jakarta mereka memiliki badan-badan usaha yang bergerak secara mandiri di dalamny dalam menjalankan roda perekonomian pesantren.
Salah satu nasehat yang terkenal dikatkan oleh KH. Imam Zarkasyi (1910-1985) ”Jangan jadi pegawai, jadilah orang yang punya pegawai”. Sudah tida terhitung banyaknya Pak Zar, begitu KH. Imam Zarkasyi biasa disapa, mengucapkan kata-kata itu ketika memberikan pandangan kepada para santrinya. Ia menasehati mereka agar tidak menjadi pegawai (negeri). Dalam setiap acara temu santri tahunan, nasehatnya itu adalah ”doktrin” wajib bagi santri Pondok Modern Gontor, Ponorogo, Jawa Timur (Gatra, 2006). Harapannya, agar santri Gontor, saat terjun di masyarakat, tida seedar menjadi ”robot birokrasi” dan ”penonton”. Pak Zar menantang mereka supaya berani tampil sebagai pemimpin, pelaku aktif, dan motor penggerak, yang memilii sikap mental mandiri, dan kreatif, sehingga memberikan manfaat kepada masyrakatnya. Dalam ungkapan lain, kerap juga dinyatakan agar santri Gontor, ”Jangan mencari pekerjaan. Tapi ciptakanlah lapangan pekerjaan”
Begitulah pesan dari KH. Imam Zarkasyi kepada para santrinya, seorang santri harus bisa mandiri, dan kemandirian itu bisa diwujudkan dengan menjadi seorang entrepreneur. Kemandirian itu bisa di wujudkan dengan memberdayaan lingkungan sekitarnya. Tidak heran memang, karena dunia pesantren sebenarnya telah mendidik santrinya untuk hidup mandiri dan berdikari. Sudah saatnya ketika terjun ke masyarakat mereka bisa hidup secara mandiri, bahkan lebih lanjut dengan kemandirian yang dimilikinya mampu memberikan manfaat kepada sesamanya. Untuk itulah, bekal-bekal keterampilan selama menjalani pendidikan di pesanteren perlu diberikan porsi yang banyak, bekal-bekal entrepreneurship harus banyak diajarkan kepada para santri. Dengan bekal keterampilan-keterampilan inilah suatu saat ketika santri terjun kemasyarakat mampu dan bisa hidup secara mandiri. Dengan istilah lain apa yang dikatakan oleh KH. Imam Zarasyi ”mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitarnya”.

Sunday, 3 August 2008

Bisnis Informasi dengan Konsep Silaturahmi

Google adalah raksasa bisnis Informasi abad ini, apakah rahasia kehebatan Google? Ternyata prinsip bisnisnya memiliki filosofi Silaturahmi, yaitu sebagai mesin pencari (search enggine) yang membantu seseorang untuk mencari sesuatu yang di inginkannya di dunia Internet. Lihat saja seseorang yang tidak tahu menjadi tahu, seseorang yang tidak terhubung menjadi terhubung dengan apa yang diinginkannya. Hal ini sama dengan filosofi silaturahmi yaitu : Menyambungkan yang terputus. Filosofi silaturahmi telah menjadi ruh Google, lihat saja kinerja perusahaan ini yang semakin hari semakin menunjukan perkembangan yang pesat. Filosofi silaturahmi adalah : Mendatangkan rizki dan memanjangkan umur. Google dengan mesin pencarinya yang sangat baik dan ramah dan membantu setiap orang untuk mencari apa yang diinginkannya mendapatkan berkah dengan membanjirnya pembayaran iklan kepada Google sehingga perusahaan ini semakin berkembang dan panjang umurnya. Nah, dari cerita ini kita bisa mengambil hikmah, bahwa keterbukaan, kerahaman menjadi kunci berkembangnya bisnis yang kita lakukan. Buatlah sebuah konsep bisnis yang menolong orang lain, maka tunggu saja akan semakin banyak orang yang mau membantu bisnis kita berkembang juga. Tidak selalu semua bisnis dimulai serba uang. Tetapi bisnis adalah sebuah pertolongan yang kita berikan kepada konsumen!!!. Semoga kita semakin termotivasi dengan bacaan ini.

Salam Motivasi
Agus Candra

Saturday, 2 August 2008

Bangkitnya indonesia dimulai dari kebangkitan entrepreneur-entrepreneur muda di negeri ini. Maka untuk melahirkan entrepreneur-entrepreneur tersebut diperlukan sebuah motivasi. Blog ini hadir untuk memberikan motivasi kepada banyak orang agar berani menjadi entrepreneur. marilah kita berbagi motivasi dan inspirasi di blog ini.

Friday, 1 August 2008

Sebagian besar orang bekerja untuk mendapatkan uang. Tidak dapat disangkal bahwa gaji dan kompensasi finansial merupakan faktor-faktor penting ketika memilih pekerjaan, atau ketika memutuskan untuk bertahan dalam satu pekerjaan atau keluar.

Namun, tidak dapat dipungkiri pula bahwa uang bukan segala-galanya.

Pada bagian 1 mengenai “Motivasi Bekerja” kita telah mendiskusikan perbedaan antara “Faktor-faktor mendasar” dan “Faktor-faktor yang memotivasi”. Kesimpulannya, agar orang-orang termotivasi dalam pekerjaan mereka, memenuhi faktor-faktor mendasar saja tidaklah cukup. Harus ada faktor-faktor yang memotivasi. Pada bagian 1, kita telah menjelaskan cara menggunakan imbalan untuk memotivasi staf. Pula menerima imbalan saja tidaklah cukup. Imbalah harus diberikan dengan cara yang tepat sehingga karyawan yang menerimanya merasa dihormati, dihargai, dan diakui.

Dalam bagian 2 ¨Motivasi Bekerja” kita akan mendiskusikan hal-hal yang membuat orang bertahan dalam satu pekerjaan dan ingin melakukannya dengan baik serta hal-hal yang menyebabkan orang keluar dari pekerjaannya.

Karyawan bertahan atau keluar dari pekerjaannya, menjadi termotivasi atau kehilangan motivasi karena kombinasi dari beragam alasan. Tiap orang memiliki alasan yang berbeda dalam berbagai tahap kehidupannya. Lantas, bagaimana Anda menemukan hal-hal yang memotivasi para karyawan Anda dan membuat mereka bertahan melakukan pekerjaan tersebut dengan gembira? Jawabannya mungkin kelihatan jelas dan bodoh. Namun cara paling mudah dan akurat adalah tanyakan hal tersebut kepada mereka secara langsung!

Pertanyaan-pertanyaan apa yang harus diajukan kepada para karyawan Anda?

Untuk membantu Anda memulainya, berikut ini beberapa pertanyaan sederhana namun sangat membantu untuk menanyai para karyawan Anda:

Apa yang membuat Anda bertahan di sini?
Apa yang mungkin memikat Anda meninggalkan pekerjaan Anda saat ini?
Apa yang paling menarik dari pekerjaan Anda?
Apakah kami sepenuhnya mendayagunakan bakat Anda?
Apakah yang bisa saya lakukan untuk membantu Anda bekerja dengan sebaik-baiknya?

Selain pertanyaan tersebut, masih ada banyak pertanyaan lainnya yang dapat Anda ajukan kepada mereka. Hal ini tergantung pada apa yang Anda ingin ketahui mengenai mereka dan mengenai diri Anda sendiri.

Berikut ini beberapa manfaat yang jelas dari pengajuan pertanyaan-pertanyaan ini:



Dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini, karyawan Anda akan mengetahui bahwa Anda peduli, Anda menaruh perhatian pada kesejahteraan mereka, mereka adalah anggota-anggota tim Anda yang penting, mereka memiliki peran penting untuk menunjang keberhasilan tim Anda dan bahwa Anda ingin memberi yang terbaik kepada mereka semampu Anda.
Jawaban-jawaban karyawan Anda terhadap pertanyaan-pertanyaan ini akan memberikan pengertian yang sangat berharga mengenai :
Apa yang sesungguhnya ada dalam hati dan pikiran mereka
Apa yang sesungguhnya penting bagi mereka
Apa yang sesungguhnya memotivasi mereka dan apa yang membuat mereka bosan atau tidak tertarik dengan pekerjaan mereka
Apakah Anda mendayagunakan talenta dan potensi mereka secara maksimal atau tidak
Seberapa besar komitmen mereka terhadap tim
Gaya manajemen Anda
Ketrampilan atau keahlian karyawan Anda
Kekuatan dan kelemahan Anda sebagai manajer

Pertanyaan-pertanyaan di atas sangat sederhana dan langsung menuju ke sasarannya, namun berapa banyak orang di antara kita yang benar-benar mengajukan pertanyaan ini kepada para karyawan kita? Mengapa kita tidak menanyai mereka?



Tidak perlu menanyai karena kita mengasumsikan bahwa kita sudah tahu jawabannya? Apakah kita paranormal? Dapatkah kita membaca pikiran orang?
Tidak ada waktu untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini?
Tidak mau repot-repot menanyai karena Anda sesungguhnya tidak peduli dengan apa yang mereka rasakan dan pikirkan? Namun Anda ingin mereka melakukan yang terbaik?

Cara tepat mengajukan pertanyaan

Untuk mampu mendapatkan jawaban yang jujur dari para karyawan Anda merupakan hal yang jauh lebih sulit daripada mengajukan pertanyaan-pertanyaan itu! Jika kita tidak mendapatkan jawaban jujur dari para karyawan kita, seluruh tujuan pengajuan pertanyaan ini tidak tercapai!

Setiap manajer memiliki gaya yang berbeda dan setiap karyawan memerlukan metode yang berbeda. Anda memilih pendekatan mana yang paling sesuai dengan Anda dan karyawan Anda. Berikut ini beberapa saran:

1. Wawancara

Anda mungkin ingin mengundang karyawan ke kantor Anda untuk mengadakan pembicaraan santai. Namun pastikan bahwa penetuan waktu Anda tepat. Beberapa contoh penentuan waktu yang tidak tepat:

Ketika dia sibuk dengan pekerjaannya
Ketika ada hal-hal penting lainnya yang harus dipikirkan atau dilakukannya
Ketika dia sedang mengejar tenggat waktu penyelesaian tugas
Dia harus menyelesaikan masalah dengan pelanggan yang marah, dll.

Pastikan karyawan Anda sedang dalam situasi santai dan memiliki mood yang baik untuk mengadakan percakapan dengan Anda.

2. Percakapan “yang tidak direncanakan sebelumnya”

Cara lain untuk mengajukan pertanyaan adalah mengundang karyawan Anda untuk makan siang/malam/minum-minum, atau bertemu di kantin. Anda dapat dengan santai mengajukan beberapa pertanyaan di atas. Jika karyawan Anda merespons, Anda dapat mengembangkan percakapan dengan pertanyaan lainnya. Jika dia kelihatan tidak nyaman, ubahlah topik pembicaraan pada topik-topik yang kurang “sensitif”.

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika Anda mengajukan pertanyaan-pertanyaan:

Realitas bahwa Anda mungkin tidak ingin mengajukan begitu banyak pertanyaan dalam satu kesempatan. Mengajukan begitu banyak pertanyaan langsung kadang-kadang mungkin “membuat takut” karyawan Anda.
Anda mungkin harus mengalimatkan ulang pertanyaan-pertanyaan tersebut sehingga tidak terdengar langsung menuju ke sasaran
Selipkan pertanyaan-pertanyaan tersebut dalam percakapan Anda sehingga mereka tidak menyadari bahwa Anda mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Jika Anda dan karyawan Anda tidak terbiasa berbicara dalam tingkat yang “intim” ini, pertanyaan-pertanyaan seperti itu mungkin menyebabkan ketidaknyamanan. Mereka mungkin berpikir:
Mengapa Anda tiba-tiba mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti itu?
Apakah mereka telah melakukan sesuatu yang salah?
Apakah Anda berencana untuk memindahtugaskan mereka?
Apakah Anda mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini untuk menetukan besarnya bonus mereka?
Apakah Anda mencoba menggali informasi dari mereka mengenai teman-teman mereka?
Apakah Anda bertanya untuk menilai pantas tidaknya mereka mendapatkan promosi jabatan?
Apa pun pertimbangannya, jika Anda ingin mengetahui cara memotivasi karyawan Anda, apa yang membuatnya tetap termotivasi, alasan yang membuatnya tetap bertahan dalam pekerjaannya, faktor-faktor yang akan menyebabkannya ingin keluar dari pekerjaannya, dll, dengan cara tertentu Anda harus mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut kepadanya.

Anda tidak perlu mengajukan pertanyaan tersebut kepada mereka setiap minggu. Lakukan setiap empat bulan sudah lebih dari cukup. Mengetahui apa yang membuat karyawan Anda berperilaku seperti yang Anda amati akan memiliki dampak yang penting pada keefektifan Anda sebagai manajer dan untuk meningkatkan kinerja keseluruhan tim Anda. Semoga Anda sukses!




James Gwee T,H., MBA
Indonesia's Favourite Trainer & Speaker

Sumber :

Uang BUKAN satu-satunya faktor yang memotivasi orang untuk bekerja!

Uang BUKAN satu-satunya faktor yang memotivasi orang untuk bekerja!

Sebagian besar orang bekerja untuk mendapatkan uang. Tidak disangkal bahwa gaji dan kompensasi finansial merupakan faktor penting ketika memilih pekerjaan dan memutuskan bertahan atau keluar dari tempat kerja Namun, harus diingat bahwa uang bukanlah segalanya.

Apakah yang memotivasi seorang karyawan dan apa yang tidak memotivasi dia?

Faktor-faktor mendasar

Gaji pokok yang pantas dan lingkungan kerja yang aman hanyalah faktor-faktor mendasar yang membuat orang ingin bekerja di perusahaan Anda. Tanpa faktor-faktor ini, orang tidak ingin bekerja untuk Anda! Jadi, jika Anda seorang manajer atau pemilik bisnis, jangan salah mengasumsikan bahwa hanya karena memberikan upah yang pantas kepada para karyawan Anda (UMR atau sedikit di atas UMR, atau mengikuti standar pasar), Anda dapat mengharapkan mereka termotivasi bekerja. Salah! Orang tidak termotivasi oleh gaji pokok!

Faktor-faktor yang memotivasi orang untuk bekerja

Jika Anda mengharapkan para karyawan Anda termotivasi, Anda harus memberikan hal berikut ini:

Pekerjaan menantang yang memungkinkan orang mengembangkan kemampuannya.
Lingkungan yang mendukung orang untuk belajar.
Lingkungan tempat orang dapat menikmati interaksi dengan rekan-rekan sekerja
Lingkungan yang menumbuhkan sikap menghormati diri sendiri dan orang lain
Pengakuan atas prestasi mereka


Bila faktor-faktor tersebut ada dalam pekerjaan, para karyawan akan termotivasi untuk bekerja. Jika tidak, mereka hanya melakukan pekerjaan untuk mencari nafkah.

Oleh sebab itu, seorang manajer harus mengetahui perbedaan antara faktor-faktor pokok dan faktor-faktor yang memotivasi orang untuk bekerja. Sekarang, perhatikan tempat kerja Anda, apakah Anda hanya menyediakan faktor pokok atau faktor yang memotivasi orang untuk bekerja?

Salah satu faktor penting yang memotivasi orang untuk bekerja adalah pengakuan atas prestasi. Pengakuan dapat diwujudkan dalam bentuk imbalan atau penghargaan. Ada 1001 cara untuk menunjukkan bahwa Anda menghargai prestasi karyawan. Misalnya: insentif finansial, hadiah, cuti, liburan gratis, kesempatan bekerja di kantor atasan selama seminggu, diperkenalkan dengan CEO dan makan siang bersamanya, dsb.

Memberi Penghargaan

Cara Anda memberikan penghargaan sama pentingnya dengan penghargaan itu sendiri. Orang sangat menyukai perayaan, pesta, dan keriuhan. Jadi, perhatikan cara Anda memberikan penghargaan. Jika tidak, semua usaha Anda akan sia-sia dan karyawan Anda tidak merasa bahwa Anda benar-benar menghargainya. Berikut ini beberapa ide untuk memastikan bahwa karyawan Anda merasa dihargai dan diakui ketika ia menerima penghargaan.

Pilihlah orang yang tepat untuk memberikan hadiah. Orang yang memberikan penghargaan tidaklah selalu harus CEO. Pilihlah orang yang istimewa di mata penerima penghargaan. Idealnya, pilihlah seseorang yang mengenal karyawan secara pribadi. Ada baiknya meminta pelanggan yang biasa dilayani si penerima penghargaan dan merasa puas atas layanannya untuk menyerahkan penghargaan. Penyerahan penghargaan ini disertai pidato singkat yang menyatakan bahwa karyawan ini benar-benar pantas menerima penghargaan. Dapatkah Anda membayangkan jika ibu (atau bahkan kakek) si karyawan ini secara diam-diam diundang untuk menyerahkan penghargaan kepadanya di atas panggung! Pengalaman yang benar-benar menyentuh perasaan dan tidak akan terlupakan! Sering kali, sedikit upaya ekstra dapat memiliki efek yang benar-benar bermakna.
Penyerah hadiah harus tahu tentang hadiah tersebut. Orang yang ditugaskan untuk menyerahkan hadiah harus mengetahui nama penghargaan dan tujuannya. Dia harus mengetahui kriteria untuk memenangkan penghargaan sehingga memiliki pemahaman mengenai betapa tinggi kualifikasi/komitmen si pemenang agar pidato singkatnya mencerminkan penghargaan dan kekaguman. Jika Anda dipilih untuk menyerahkan penghargaan, Anda harus menganggap tugas tersebut sebagai hal serius dan patut Anda hormati. Mungkin acara tersebut tidak berarti banyak bagi Anda, namun dapat berarti segalanya bagi penerima penghargaan. Mungkin dia telah menanti seumur hidup untuk momen di atas panggung ini! Inilah momen kejayaannya!
Mintalah rekan sekerjanya memberikan komentar. Ada baiknya jika ada rekan kerja yang memberikan komentar positif mengenai si pemenang di atas panggung. Ini merupakan bentuk penghargaan lain yang menunjukkan bahwa orang lain juga menghargai prestasinya.
Beri kesempatan kepada pemenang untuk memberikan komentar. Ini selalu menjadi saat yang mengharukan. Si pemenang mungkin tidak ingin mengucapkan satu patah kata pun. Bagaimana pun ada baiknya memberi kesempatan kepadanya. Anda akan terkejut ketika mengetahui perasaannya setelah menerima penghargaan. Namun, hati-hatilah dengan orang yang cenderung berbicara bertele-tele! Pastikan paling lama 3 menit untuk berbicara.


Sering kali yang membuat hadiah tersebut begitu berarti, menyentuh perasaan, dan tidak terlupakan bukanlah harga hadiahnya. Cara hadiah tersebut diberikan itulah yang berkesan di hati penerimanya. Jadi, berikanlah penghargaan secara tulus. Karyawan Anda patut mendapatkannya!



James Gwee T,H., MBA
Indonesia's Favourite Trainer & Speaker



Sumber :

Tips Motivasi Diri

KapanLagi.com - Seringkali rutinitas, dan berbagai masalah yang datang silih berganti setiap hari membuat kita kehilangan motivasi untuk mendapatkan yang lebih baik dalam kehidupan. Hingga semua tujuan kita mengabur dan lama-lama menghilang. Berikut kami sampaikan tujuh cara untuk mendapatkan motivasi setiap hari:

1. Ciptakan Hasrat - Lihat imbalan dari usaha Anda secara jelas. Cara ini memberikan banyak motivasi untuk membuat rencana Anda cepat terwujud. Bayangkan rumah impian Anda setiap hari, dan ini akan memberikan Anda dorongan untuk menjadikannya nyata.

2. Ciptakan Rasa Sakit - Dalam program Neuro-Linguistic mereka mengajarkan pada Anda untuk menghubungkan rasa sakit dengan tidak melakukan tindakan. Gambaran kekasih Anda keluar dengan orang lain, saat Anda menyaksikan itu dengan diam-diam, hal itu mungkin membuat Anda termotivasi membicarakan hal-hal yang Anda hindari dengan pasangan Anda.

3. Bicarakan Rencana Anda - Bicaralah pada pasangan Anda tentang rencana Anda, atau tuliskan dalam selembar kertas apa yang akan Anda lakukan lalu tempelkan di kulkas.

4. Miliki Sebuah Ketertarikan yang Nyata - Jika tak ada ketertarikan sama sekali Anda mungkin perlu melakukan sesuatu, untuk itu buat sebuah tujuan besar dalam pikiran Anda.

5. Miliki Energi - Kafein akan memberikan rasa sehat untuk sesaat, tapi dalam satu atau lain cara, Anda membutuhkan energi lebih sebagai motivasi untuk setiap hari, misalnya dengan olah raga atau tidur cukup.

6. Ciptakan Keseimbangan Mental - Sangat sulit untuk menemukan motivasi jika Anda dalam keadaan tertekan. Hilangkan beberapa perasaan negatif Anda, atau pada akhirnya pilih kerjakan pekerjaan penting saat Anda dalam mood yang bagus.

7. Ambil Sebuah Langkah Kecil - Lakukan pengumpulan untuk satu tas besar daun-daun di halaman. Dan denagn segera Anda akan membersihkan halaman. Setiap sebuah langkah kecil yang Anda ambil untuk mencapi tujuan akan memberikan motivasi pada Anda setiap hari. (buzz/erl)

Jadilah Pemimpin yang Memotivasi

Motivasi

Ada banyak cara untuk memotivasi orang lain mencapai sasaran atau menyelesaikan suatu tugas maupun mengatasi persoalan atau tantangan yang dihadapinya. Salah satu karakteristik utama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah kemampuannya untuk memotivasi orang lain dalam mencapai tujuan atau misi dari organisasinya. Seorang pemimpin yang tidak mampu memotivasi orang-orangnya, tidak lebih dari seorang penunjuk jalan, yang tahu ke mana harus pergi tetapi sepenuhnya tidak dapat mengendalikan mereka yang dipandunya.

Pengelola rubrik:
Aribowo Prijosaksono
dan Roy Sembel

Jenderal Norman Schwarzkopff, pemimpin Sekutu semasa Perang Teluk menunjukkan bahwa seorang pemimpin dalam militer yang memiliki wewenang untuk memaksakan kepatuhan, biasanya adalah seorang motivator yang buruk. Pada prinsipnya, jika kita selalu menggunakan pendekatan kekuasaan untuk memaksa orang lain melakukan sesuatu, maka organisasi kita tidak akan bertahan lama. Jika ada sedikit kesempatan, maka orang-orang dalam organisasi kita akan keluar atau paling tidak kinerja (performance) mereka jauh dari yang kita harapkan. Banyak sekali organisasi atau perusahaan mengalami turnover yang besar karena pegawainya tidak memiliki motivasi yang benar.

Hubungan Motivasi dengan Emosi
Kemampuan seorang pemimpin untuk memotivasi anggota timnya sangat dipengaruhi oleh kecerdasan emosinya (EQ-nya). Paling tidak (sebagaimana pernah kita bahas dalam edisi Mandiri 13 tentang Manajemen Emosi) ada enam keterampilan yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin, sebelum dia dapat memimpin orang lain, yaitu:

Mengenali emosi diri
Keterampilan ini meliputi kemampuan kita untuk mengidentifikasi apa yang sesungguhnya kita rasakan. Setiap kali suatu emosi tertentu muncul dalam pikiran, kita harus dapat menangkap pesan apa yang ingin disampaikan. Ketidakmampuan untuk mengenali perasaan membuat kita berada dalam kekuasaan emosi kita, artinya kita kehilangan kendali atas perasaan kita yang pada gilirannya membuat kita kehilangan kendali atas diri dan hidup kita.

Mengelola emosi diri sendiri
Ada beberapa langkah dalam mengelola emosi diri sendiri, yaitu: pertama adalah menghargai emosi dan menyadari dukungannya kepada kita. Kedua berusaha mengetahui pesan yang disampaikan emosi, dan meyakini bahwa kita pernah berhasil menangani emosi ini sebelumnya. Ketiga adalah dengan bergembira kita mengambil tindakan untuk menanganinya. Kemampuan kita mengelola emosi adalah bentuk pengendalian diri (self controlled) yang paling penting dalam manajemen diri, karena kitalah sesungguhnya yang mengendalikan emosi atau perasaan kita, bukan sebaliknya.

Memotivasi diri sendiri
Menata emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan merupakan hal yang sangat penting dalam kaitan untuk memberi perhatian, untuk memotivasi diri sendiri (achievement motivation). Kendali diri emosional – menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati – adalah landasan keberhasilan dalam berbagai bidang. Keterampilan memotivasi diri memungkinkan terwujudnya kinerja yang tinggi dalam segala bidang. Orang-orang yang memiliki keterampilan ini cenderung jauh lebih produktif dan efektif dalam hal apa pun yang mereka kerjakan.

Mengenali emosi orang lain
Mengenali emosi orang lain berarti kita memiliki empati terhadap apa yang dirasakan orang lain. Penguasaan keterampilan ini membuat kita lebih efektif dalam berkomunikasi dengan orang lain. Inilah yang disebut Covey sebagai komunikasi empatik. Berusaha mengerti terlebih dahulu sebelum dimengerti. Keterampilan ini merupakan dasar dalam berhubungan dengan manusia secara efektif.

Mengelola emosi orang lain
Jika keterampilan mengenali emosi orang lain merupakan dasar dalam berhubungan antarpribadi, maka keterampilan mengelola emosi orang lain merupakan pilar dalam membina hubungan dengan orang lain. Manusia adalah makhluk emosional. Semua hubungan sebagian besar dibangun atas dasar emosi yang muncul dari interaksi antarmanusia. Keterampilan mengelola emosi orang lain merupakan kemampuan yang dahsyat jika kita dapat mengoptimalkannya. Sehingga kita mampu membangun hubungan antarpribadi yang kokoh dan berkelanjutan. Dalam dunia industri hubungan antarkorporasi atau organisasi sebenarnya dibangun atas hubungan antarindividu. Semakin tinggi kemampuan individu dalam organisasi untuk mengelola emosi orang lain (baca: membina hubungan yang efektif dengan pihak lain) semakin tinggi kinerja organisasi itu secara keseluruhan.

Memotivasi orang lain
Keterampilan memotivasi orang lain adalah kelanjutan dari keterampilan mengenali dan mengelola emosi orang lain. Keterampilan ini adalah bentuk lain dari kemampuan kepemimpinan, yaitu kemampuan menginspirasi, mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini erat kaitannya dengan kemampuan membangun kerja sama tim yang tangguh dan handal.

3 Jenis Motivasi
Jadi memotivasi orang lain, bukan sekadar mendorong atau bahkan memerintahkan seseorang melakukan sesuatu, melainkan sebuah seni yang melibatkan berbagai kemampuan dalam mengenali dan mengelola emosi diri sendiri dan orang lain. Paling tidak kita harus tahu bahwa seseorang melakukan sesuatu karena didorong oleh motivasinya. Ada tiga jenis atau tingkatan motivasi seseorang, yaitu: pertama, motivasi yang didasarkan atas ketakutan (fear motivation). Dia melakukan sesuatu karena takut jika tidak maka sesuatu yang buruk akan terjadi, misalnya orang patuh pada bos karena takut dipecat, orang membeli polis asuransi karena takut jika terjadi apa-apa dengannya, anak-istrinya akan menderita.
Motivasi kedua adalah karena ingin mencapai sesuatu (achievement motivation). Motivasi ini jauh lebih baik dari motivasi yang pertama, karena sudah ada tujuan di dalamnya. Seseorang mau melakukan sesuatu karena dia ingin mencapai suatu sasaran atau prestasi tertentu. Sedangkan motivasi yang ketiga adalah motivasi yang didorong oleh kekuatan dari dalam (inner motivation), yaitu karena didasarkan oleh misi atau tujuan hidupnya. Seseorang yang telah menemukan misi hidupnya bekerja berdasarkan nilai (values) yang diyakininya. Nilai-nilai itu bisa berupa rasa kasih (love) pada sesama atau ingin memiliki makna dalam menjalani hidupnya. Orang yang memiliki motivasi seperti ini biasanya memiliki visi yang jauh ke depan. Baginya bekerja bukan sekadar untuk memperoleh sesuatu (uang, harga diri, kebanggaan, prestasi) tetapi adalah proses belajar dan proses yang harus dilaluinya untuk mencapai misi hidupnya.
Dalam buku The One Minute Manager, kedua penulis (Kenneth Blanchard dan Spencer Johnson) merangkum topik bahasan kita mengenai motivasi ini dalam sebuah ilustrasi yang amat menarik mengenai Manajer Satu Menit. Untuk menjadi manajer yang efektif dan dapat memotivasi anak buah untuk mencapai sasaran perusahaan, maka ada tiga hal yang harus dilakukan.
Pertama adalah membangkitkan inner motivation dari orang yang dipimpinnya dengan menetapkan berbagi misi atau sasaran yang akan dicapai. Kita sebagai pemimpin perlu berbagi dengan tim kita untuk secara bersama melihat visi secara jelas dan mengapa kita melakukannya. Motivasi yang benar akan tumbuh dengan sendirinya ketika seseorang telah dapat melihat visi yang jauh lebih besar dari sekadar pencapaian target. Sehingga setiap orang dalam organisasi kita dapat bekerja dengan lebih efektif karena didorong oleh motivasi dari dalam dirinya.
Hal kedua dan ketiga yang perlu dilakukan oleh seorang manajer efektif adalah memberikan pujian yang tulus dan teguran yang tepat. Kita dapat membuat orang lain melakukan sesuatu secara efektif dengan cara memberikan pujian, dorongan dan kata-kata atau gesture yang positif. Bahkan dalam bukunya yang melegenda, Dale Carnegie (How to Win Friends and Influence People) menempatkan ini sebagai prisip pertama dan kedua dalam menangani manusia, yaitu: (1) jangan mengkritik, mencerca atau mengeluh, dan (2) berikan penghargaan yang jujur dan tulus. Manusia pada prinsipnya tidak senang dikritik, dicemooh atau dicerca, tetapi sangat haus akan pujian dan apresiasi. Tetapi kritik atau teguran yang tepat seringkali justru diperlukan untuk membangun tim kerja yang kokoh dan handal. Yang penting dalam menegur orang lain adalah bukan pada apa yang kita sampaikan tetapi cara menyampaikannya. Teguran yang tepat justru dapat menjadi motivasi dan menimbulkan reaksi yang positif.
Penelitian yang dilakukan dalam lima puluh tahun terakhir menunjukkan bahwa motivasi kerja tidak semata didasarkan pada nilai uang yang diperoleh (monetary value). Ketika kebutuhan dasar (to live) seseorang terpenuhi, maka dia akan membutuhkan hal-hal yang memuaskan jiwanya (to love) seperti kepuasan kerja, penghargaan, respek, suasana kerja , dan hal-hal yang memuaskan hasratnya untuk berkembang (to learn), yaitu kesempatan untuk belajar dan mengembangkan dirinya. Sehingga akhirnya orang bekerja atau melakukan sesuatu karena nilai, ingin memiliki hidup yang bermakna dan dapat mewariskan sesuatu kepada yang dicintainya (to leave a legacy).

Pengertian Motivasi

Motivasi adalah keadaan dalam diri individu yang memunculkan, mengarahkan, dan mempertahankan perilaku. Dengan kata lain menurut Kartini Kartono adalah dorongan terhadap seseorang agar mau melaksanakan sesuatu. Dengan dorongan (driving force) di sini dimaksudkan: desakan yang alami untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan hidup dan merupakan kecenderungan untuk mempertahankan hidup.

Sedangkan menurut Muslimin motivasi yang ada pada setiap orang tidaklah sama, berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain. Untuk itu, diperlukan pengetahuan mengenai pengertian dan hakikat motivasi, serta kemampuan teknik menciptakan situasi sehingga menimbulkan motivasi/dorongan bagi mereka untuk berbuat atau berperilaku sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh organisasi.

Untuk menghindarkan kekurangtepatan penggunaan istilah motivasi ini, perlu dipahami pendapat M. Manullang tentang adanya istilah-istilah yang mirip dan sering dikacaukan tentang motivasi tersebut antara lain: motif, motivasi, motivasi kerja, dan insentif.

a. Motif

Kata motif disamakan artinya dengan kata-kata motive, motif, dorongan, alasan dan driving force. Motif adalah daya pendorong atau tenaga pendorong yang mendorong manusia untuk bertindak atau suatu tenaga di dalam diri manusia yang menyebabkan manusia bertindak. Dikatakan bahwa rumusan yang berbunyi motive are the way of behaviour adalah tepat. Artinya, mengapa timbul tingkah laku seseorang, itulah motive.

b. Motivasi

Motivasi adalah faktor yang mendorong orang untuk bertindak dengan cara tertentu. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa motivasi pada dasarnya adalah kondisi mental yang mendorong dilakukannya suatu tindakan (action atau activities) dan memberikan kekuatan (energy) yang mengarah kepada pencapaian kebutuhan, memberi kepuasan ataupun mengurangi ketidakseimbangan. Oleh karena itu tidak akan ada motivasi, jika tidak dirasakan rangsangan-rangsangan terhadap hal semacam di atas yang akan menumbuhkan motivasi, dan motivasi yang telah tumbuh memang dapat menjadikan motor dan dorongan untuk mencapai tujuan pemenuhan kebutuhan atau pencapaian keseimbangan.

c. Motivasi kerja

Bertolak dari arti kata motivasi tadi, maka yang dimaksud dengan motivasi kerja adalah sesuatu yang menimbulkan dorongan atau semangat kerja. Atau dengan kata lain pendorong semangat kerja. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi motivasi kerja menurut Ravianto adalah: atasan, rekan sekerja, sarana fisik, kebijaksanaan dan peraturan, imbalan jasa uang dan non uang, jenis pekerjaan dan tantangan. Jadi motivasi individu untuk bekerja sangat dipengaruhi oleh sistem kebutuhannya.

d. Insentif

Istilah insentif (incentive) dapat diganti dengan kata: alat motivasi, sarana motivasi, sarana penimbulan motive atau sarana yang menimbulkan dorongan. Dengan pembatasan-pembatasan penggantian istilah-istilah tersebut diatas, dapatlah dihindari pengkacaubalauan penggunaan istilah yang menyangkut motivasi tersebut.

Sumber : (Wikipedia)

Selamat Datang di Blog Motivasi

Blog ini bertujuan untuk berbagi motivasi. Kita sadar, motivasi bisa merubah sesuatu yang kita inginkan. Motivasi adalah bahan bakar, motivasi adalah energi untuk menuju perubahan yang lebih baik. Terlebih dengan kondisi bangsa indonesia sekarang ini, yang tengah dilanda keterpurukan di segala bidang kehidupan, motivasi sangat diperlukan sekali. Saya ingin memberikan motivasi kepada setiap setiap orang agar mereka yang putus asa dalam kondisi bangsa yang tidak menentu ini menjadi memiliki semangat juang yang tinggi. Tentu saja saya ingin berbagi kepada setiap orang agar mudah-mudahan motivasi-motivasi yang saya tuliskan dalam blog ini bisa membangkitkan jutaan pembaca blog ini, saya ingin membangkitkan entrepreneur-entrepreneur baru di negeri ini. Tentu saja dimulai dengan langkah berbagi motivasi sesama kita.