Indonesia merupakan negeri yang kaya akan sumber daya alam (SDA). Salah satunya adalah pertanian. Penduduk Indonesia sangat banyak sekali yang berprofesi sebagai petani. Namun, kualitas pendidikan petani Indonesia sangat rendah sekali rata-rata adalah lulusan SD. Bahkan tidak semua petani itu adalah pemilik lahan, banyak para petani yang berprofesi sebagai buruh tani. Itu sekelumit hambatan petani di Indonesia. Padahal petani indonesia mutlak memerlukan jiwa entrepreneurship agar bisa menjadi petani yang maju dan berkembang pesat.
Mengembangkan Entrepreneuship Masyarakat Indonesia berbasis Pertanian
Berapakah jumlah wirausaha (entrepreneur) di Indonesia, adakah sampai 10 persen, 1 persen, atau 0,5 persen? Ternyata tidak. Hanya ada 0,08 persen wirausaha di antara 200-an juta penduduk Indonesia, kata tokoh pengusaha Ciputra (Kompas, 29/11/2007). Bandingkan dengan Singapura, misalnya, yang memiliki wirausaha 7 persen dari total populasinya sekitar 40 juta jiwa. http://mybusinessblogging.com/entrepreneur/2007/11/29/jumlah-entrepreneur/
Sungguh ironi memang, Sesungguhnya Masyarakat Indonesia telah diberikan begitu banyak kekayaan alam, namun belum begitu bisa dioptimalkan. Sesungguhnya sektor agroindrustri harus bisa menjadi prioritas kedepan bagi para entrepreneur-entrepreneur Indonesia. Karena kita memiliki keunggulan kompetitif yaitu kekayaan sumber daya alam. Lalu apakah kekurangan bangsa ini ? salah satunya adalah etos kerja bangsa ini yang masih lemah. Kita kalah di dalam bidang kedisiplinan dan etos kerja dengan bangsa lain, semisal Jepang dan Korea.
Maka jangan ragu lagi, terjunlah menjadi entrepreneur-entrepreneur muda di Indonesia. Indonesia memerlukan banyak entrepreneur-entrepreneur baru. Semuanya bisa dimulai dengan kreatifitas di bidang agroindrustri. Karena inilah keunggulan Indonesia yang tidak banyak dimiliki oleh negara lain.
Saturday, 6 December 2008
Subscribe to:
Posts (Atom)